COPYRIGHT INTERNATIONAL RELATIONS, AMANDIO VIEIRA DA COSTA. All Our Dreams Can Come True, If We Have The Courage To Pursue Them

Sunday, February 26, 2012

Kepentingan Amerika Di Venezuela


Bagi Amerika Serikat, Venezuela merupakan negara yang harus dikuasai karena memiliki nilai yang strategis dan kekayaan alam yang tiada tara. Venezuela secara geografis berada diujung utara benua Amerika Selatan. Negara ini berbatasan dengan laut Karibia dan samudera atlantik di sebelah utara, Guyana di Timur, Brazil di Selatan, dan Kolombia di Barat. Di lepas pantai Venezuela terbentang negara-negara Karibia seperti Aruba, Antilles, Belanda dan Trinidad dan Tobago.


Venezuela, dengan 2.800 kilometer (1.700 mil) dari garis pantai, merupakan negara dengan pemandangan indah yang luas. Bentangan yang sangat luas di begian timur laut dan Andes hingga menuju bagian barat daya Venezuela dan sampai sepanjang pantai Karibbean Utara. Pusat negara ada di Llanos, perluasan daratan tersebut merentang dari barat yang paling jauh di perbatasan Kolombia menuju Delta di Timur sungai Orinoco yang mengandung kekayaan minyak.1


Venezuela adalah salah satu negara Amerika Latin yang sejak lama negara yang menguntungkan bagi AS, mulai dari minyak hingga kebutuhan-kebutuhan bahan baku lainya, disamping buruhnya yang murah. Tetapi, karena kawasan ini sempat menjadi basis bagi perlawanan terhadap kapitalisme global dan juga banyak negara yang sempat menerapkan sosialisme, komunisme, dan menjadi mitra Uni Soviet, maka intervensi AS dengan korporasi bisnis dan CIA menjadi intensif.

Dengan demikian, AS menginginkan wilayah Amerika Latin menjadi daerah yang berada di bawah pengaruh kekuasaan (sphere of influence)-nya. Selain karena kawasan ini kaya akan sumber daya alam, AS juga kawatir ideologi komunis masuk di kawasan ini. Jadi, strategi membendung ideologi komunis (conteinment) yang diadopsi dalam kebijakan luar negeri AS selama perang dingin mau tak mau harus menjadikan Amerika Latin sebagai wilayah yang sangat penting.

Oleh karena itu, sejarah politik AS di Amerika Latin juga dapat dipandang sebagai kelanjutan doktrin Monroe (Monroe Doctrines) yang lahir pada 12 Desember 1823. Doktrin ini dikeluarkan oleh presiden AS yang kelima, James Monroe, atas desakan dari sekretaris negara John Quency Adams. Doktrin ini dilatar belakangi oleh ancaman keamanan dan ekonomi dalam persaingan AS dengan kekuatan Eropa ( terutama Perancis, Inggris, dan Spanyol ) di Amerika Latin. AS melihat bahwa Amerika Latin sebagai kawasan dengan negara-negara lahir dapat menjadi ajang kompetisi bangsa Eropa yang saat itu dikenal dengan semboyan “Gold, Glory, Gospel” sebuah semangat yang intinya juga ingin mencari sumber-sember ekonomi, sumber alam dan rempah-rempah, bahan mentah, dan sekaligus mencari daerah baru yang dapat dijadikan tempat baru untuk menyebarkan agama Katholik/missi.
Doktrim Monroe terdiri dari:
  1. Tidak ada kolonialisasi. Artinya, benua Amerika Latin harus berada dalam kondisi bebas dan merdeka, yang harus di jaga untuk selanjutnya tidak akan menjadi daerah kekuasaan Eropoa mana pun;
  2. Tidak ada serah-terima. Artinya, daerah yang menjadi milik salah satu negara Eropa tidak dapat diserahterimakan kepada negara lain (karena bukan koloni);
  3. Tidak ada camput tangan Eropa. Artinya, segala usaha kekuatan-kekuatan negara Eropa untuk memperluas pengaruhnya adalah membahayakan bagi keamanan dan perdamaian di benua Amerika;
  4. Amerika Serikat tidak akan melibatkan diri di Eropa. Artinya, dalam peperangan Eropa, Amerika Serikat tidak akan mengambil bagian dan turut campur.2
Ancaman Eropa terhadap kawasan Amerika memang terjadi. AS berusaha untuk menghilangkan pengaruh Eropa tersebut. Pembelian daerah Lousiana tahun 1803 menyisihkan prancis dari wilayah yang sangat luas di sebelah barat sungai missisipi. Ekspansi wilayah oleh inggris juga dapat di bendung oleh misi perdamaian Ghent tahun 1815, dan Spanyol juga terpaksa keluar dari Florida di tahun 1819 oleh tekanan-tekanan AS. Ekspansi ke wilayah barat dan dan pola-pola yang sistematis untuk mengurangi kolonialisasi bangsa Eropa berlanjut pada tahun 1940 (inggris keluar dari wilayah Oregon di tahun 1846).

Selain itu, doktrin Monroe juga merupakan dokumen yang menwujudkan kebijakan untuk mengeluarka Eropa dari masa depan bangsa-bangsa baru yang bisa jadi lahir di Amerika Latin. Doktrin ini bahkan memandang masa masa depan Amerika Latin sebagai bagian dari belahan bumi bagian barat (The Western Hemisphere Idea), artinya bahwa masa depan kedua Amerika (AS dan AL) harus saling terkait.3      
   
Ekonomi Venejuela meningkat secara sognifikan. Hingga tahun 2006 pertumbuhan Venejuela lebih dari 9%. Sebagaimana dilaporkan sejak awal oleh Bank Sentral Venejuela, petumbuhan terkuat justru berada di sektor non-minyak, terutam bidang konstruksi.4 Di dalamnya meliputi proyek pembangunan masyarakat yang berupa pembangunan rumah-rumah untuk rakyat.  Pada tahun 2005, Venezuela menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan GDP tertinggi di Amerika Latin karena pertumbuhan ekonominya sebesar 9,3%.5 

Komisi perdagangan Amerika Serikat (United State International Trade Commission) melaporkan bahwa pada tahun 2005 Venejuela menjadi mitra dagang kedua AS di Amerika Latin (melebihi Brazil) dan di bawah Meksiko. Di tingkat dunia, Venejuela menjadi mitra dagang AS ke-13. Wall Street Journal melaporkan bahwa Venejuela adalah pemilik cadangan minyak mentah (heavylcrude oil) terbesar di dunia, bahkan melebihi Arab Saudi. Venejuela merupakan satu-satunya negara pemilik cadangan minyak terbear di belahan bumi barat (western hemisphere). Expor minyak melonjak sebesar 16,6 miliar dolar pada kuartal kedua tahun 2006.6

Di samping itu upaya untuk menghilangkan pengangguran di sana juga menunjukan perkembangan yang terus menerus. Di akhir 2004 pengangguran mencapai titik terendah 10,9%. Di awal tahun 2006, angka pengangguran turun secara drastis dari tingkat tertingginya pada januari sebesar 12,9%. Pejabat dari lembaga Statistik Nasional memprediksikan bahwa jumlah itu akan terus menurun dengan perkiraan mencapai angka 7% di akhir tahun. Buktinya, pada maret saja jumlah pengangguran menurun menjadi 10,1%, lebih kecil dari jumlah pengangguran. Di Washington Amerika Serikat. Dan pada juni turun lagi menjadi 9,7%.7

Aktivitas non-minyak menigkat pesat; sektor bangunan 40,3%, institusi keuangan 27,2%, trasportasi dan pertokoan 24,3%, produksi kayu 132,3%, tekstil dan garmen 85,1%, produksi perabot 71,2%. Kondisi ekonomi pun membaik. Inflasi akhir 2004 menurun hingga 19,2% dan terus menurun di tahun 2005.komitmen Chaves terhadap rakyat juga di buktikan dengan mengalokasikan sebesar 38% dari keseluruhan anggaran negara di gunakan untuk program-program sosial.8

Pemerintahan Venejuela juga mengumumkan rencana unutk menaikan upah minimum. Pada september 2006, upah yang di berikan meningkat 10%, berlaku baik bagi pekerja negara maupun sektor swasta. Hal itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan menaikan upah sebesar 20-30% terhadap gaji buruh yang di lakukan sejak tahun 2000. Dalam pidato yang sama, Chaves mengatakan sebesar Bs. 2,5 triliun (hampir $1,2 miliar atau Rp. 1,2 triliun) akan dialokasikan untuk kenaikan gaji pegawai negeri. Kenaikan ini sekitar 3 kali dari kenaikan tahun sebelumnya untuk pegawai negeri. Selama dua tahun sebelumnya, pemerintah hanya memberikan kenaikan pada pegawai negeri yang berpenghasilan minimum, sekitar $200-lebih kurang Rp. 2 juta per bulan. Sementara kaum buruh, bahkan mereka yang berpenghasilan mendekati skala terkecil belum menerima kenaikan dalam tiga tahun.9

Pasar bebas juga membuka Venejuela bagi produk-produk asing. Terutama dari AS yang membuat rakyat tergantung pada produk-produk asing dan kemampuan produktif untuk menciptakan industri dalam negri non-minyak sangatlah rendah. Rendahnya tenaga produktif rakyat juga di picu oleh kondisi kemiskinan yang menjaukan rakyat Venejuela dari pendidikan. Tampa pendidikan rakyat tidak menjadi produktif, tidak kreatif, dan tidak memiliki pengetahuan dan mengembangkan keterampilan.

Oleh karena itu, Chavez diangap berhasil oleh rakyat sehingga membuatnya memiliki legitimasi dan dipilih kembali pada pemilu Desember 2006. Jelas saja, popularitas Chavez terus meningkat seiring dengan pendapatan minyak yang memuaskan. Pada 9 Februari 2006, Miami Herald melaporkan studi yang di lakukan oleh Center of Economic Investigations Venejuela yang secara detail menyebutkan di mana saja Venejuela mengeluarkan dananya, termasuk “$2,4 miliar untuk membiayai pemberantas kemiskinan, $2,4 miliar untuk membeli tanggugan utang luar negri Argentina, $4,3 miliar untuk proyek minyak dan energi di Brazil, dan $4,3 miliar lainya untuk menyubsidi minyak dan pembiayai infrastruktur energi di Kuba”10

Upaya AS untuk membantu kudeta yang di lakukan tentu saja di sebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor ideologis, ekonomis, pertahanan dan keamanan, maupun kepentingan-kepentingan lainya. Di awal-awal Chavez menjadi presiden tahun 1998, AS tampaknya berusaha mencegah konfrontasi dan lebih melakukan pendekatan terhadap para tokoh yang ada. Namun, sejak Bush menjadi presiden di tahun 2001, hubungan antara kedua negara secara jelas berubah memburuk. Para pejabat Washington menunjukankewaspadaan kepada pemerintahan Chavez. Apalagi ketika Hugo Chavez bersikap tidak sejalan dengan AS dalam memerangi terorisme setelah peristiwa 11 September 2001, hubungan kedua negara tampak kian tegang.11

Sikap Chavez terhadap terorisme memang berbeda dengan negara-negara kebanyakan. Bahkan ketika AS menyerang Taliban yang dituduh sebagai sarang teroris, Chavez justru mengumumkan sikapnya menolak tindakan tersebut dan justru menuduh AS sebagai “teroris”. Di samping itu, kemarahan AS juga dipicu oleh sikap Chavez terhadap para pemberontak anti-Amerika di Amerika Latin yang dianggap melindungi kelompok gerilyawan bersenjata Revolutionary Armed Forces of Kolombia (FARC) yang bersembunyi di wilayah Venejuela.12

Begitu juga hubungan Hugo Chavez dengan pemerintahan Kolombia, mengalami hubungan yang buruk, hal ini disebabkan pemerintahan Kolombia menjadi mitra AS dalam rangka pemberantasan obat bius dan melawan pemberontakan FARC yang disebutnya sebagai “narco-terrorist” di Amerika Latin.

Chavez juga menjadi pelopor gerakan anti-Amerikanisme di kawasan Amerika Latin, yang juga meluas di kawasan-kawasan lainya. Dengan mengonsolidasikan hubungan dekat dengan Fidel Castro, Chavez menegaskan kepercayaan revolusionernya dan mencoba menempatkan dirinya sebagai pemimpin Amerika Latin di masa depan yang mendorong gerakan anti-imperialisme. Kepemimpinan itu memang berhasil dengan munculnya pemimpin-pemimpin negara Amerika Latin lainya yang bersikap kritis dan melawan terhadap kebijakan AS di Amerika Latin. Sebut saja Presiden Evo Morales di Bolivia, Nestor Kirchner dari Argentina, dan Luiz Inacio Lula da Silva dari Brazil yang berkeyakinan sama dengan Chavez bahwa keadilan dan kesamaan sosial dan ekonomi di Amerika Latin berakar pada ketergantungan eksternal. Belakangan presiden terpilih Ekuador Rafael Correa juga memiliki pandangan dan sikap yang sama. Semua pimpinan tersebut menentang kebijakan pasar bebas AS.     

Hugo Chavez sering mengatakan maksudnya untuk mendiferstifikasi pasar bagi minyak Venejuela dan memperluas cakupan investor yang juga melibatkan sektor hidrokarbon. Pada kenyataannya, dalam beberapa kesempatan, ia telah mengancam akan menghentikan pengiriman minyak ke AS atau menutup kilang minyak di AS. Bahkan pada Agustus 2006, misalnya Chavez menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang energi dengan Cina. Impor Cina melebihi 100.000 barel per hari dari Venejuela, dan negara tersebut juga telah berkomitmen untuk membeli 500.000 barel per hari menjelang tahun 2011. Beijing telah menyepakati akan menyediakan “tangker raksasa” (supertankers) untuk pengiriman lintas benua dan akan membangun dua belas tempat pengeboran minyak lepas pantai yang baru. Dalam waktu dekat Venejuela memang masih tergantung pada penjualan minyak ke AS. Saat ini, Venejuela memproduksi 2,7 juta barel per hari, 1,5 juta darinya dikirim secara lansung ke AS. Walaupun sebagian besar usaha bersama perusahaan negara dilakukan dengan Rusia, Iran, India, dan Brazil, tiga perusahaan minyak utama AS, Chevron, Conoco Philips, dan Exxon Mobil, tetap memegan investasi utama.

Jadi, sangat jelas bahwa faktor yang paling menonjol dari upaya AS untuk memusuhi Chaves tentu saja adalah faktor ekonomi. Masalahnya, nasionalisasi perusahaan minyak Venejuela akan menyebabkan kerugian pada AS. Sebagai negara yang cukup dengan sumber minyak, setengah dari pendapatan negara Venejuela adalah dari minyak. Produksi minyak mentah tiap harinya sekitar 3 juta barrel dan 75%-nya diekspor. Pendapatan devisa dari hasil ekspor minyak berkisar antara 3 miliar dan 4 dollar US setahunnya. Venejuela adalah eksportir minyak nomor 5 di dunia, dan 13% kebutuhan minyak AS tiap harinya disuplai oleh Venezuela.13

Sementara itu, penguasaan negara terhadap PDVSA dengan cara menggantikan para manajer yang pro-modal akan digunakan untuk memastikan bahwa keuntungan yang didapat dari minyak secara maksimal dapat dimasukkan kedalam kas negara dan digunakan sepenuh-penuhnya untuk membiayai program-program sosial yang telah dan akan dilakukan. Kontrol negara terhadap perusahaan minyak juga akan mempersulit perusahaan-perusahaan AS untuk mendapatkan keuntungan dari penanaman saham yang dilakukan. Privatisasi PDVSA di tahun 1980-an telah membuat keuntungan dari minyak dieksploitasi para konlomerat swasta dan asing. Hugo Chavez dan dukungan politiknya ingin mengakhiri eksploitasi itu.

Itulah yang menyebabkan Hugo Chavez harus dimusuhi dan hendak digulingkan melalui kudeta pada april 2002. Dokumen yang diperoleh melalui Freedom of Information Act menunjukan bahwa diakhir tahun 2001 dan di awal tahun 2002, AS menigkatkan sumbangan dananya pada kelompok-kelompok oposisi dalam upayanya untuk menghidupkan oposisi terhadap Hugo Chaves, memperkuat bahwa posisi dengan menciptakan dan memelihara partai-partai politik, dan menyatuhkan kekuatan oposisi yang ada. Dan ini disalurkan melalui U.S. Agency for International Development (USAID) dan National Endowment for Democracy (NED), sebuah kelompok yang dibiayai oleh kongres (AS) yang memberikan bantuan melalui empat lembaga: National Democratic Institute (NDI); International Republican Institute (IRI); Pusat Solidaritas AFL-CIO; dan Center for International Private Enterprice (CIPE).

Jumlah bantuan yang dialokasikan terhadap NED dan USAID bagi Venezuela melonjak naik dari $200,000 pada tahun 2000 menjadi $4 juta pada tahun 2002. IRI menganggarkan sejumlah $50,000 di Venezuela pada tahun 2000; pada tahun setelah Bush naik ke pemerintahan, anggaran tersebut meningkat menjadi $340,000, untuk “melatih cabang-cabang partai politik baik yang lama maupun yang baru di tingkatan nasional maupun lokal, dengan mengambil topik-topik seperti struktur, manajemen, dan organisasi partai; komunikasi partai secara internal dan eksternal; dan pembangunan koalisi”.14 Hal ini mirip dengan apa yang terjadi di Haiti, dimana IRI berperang membiayai kudeta pada tahun 2004 melawan presiden Jean-Bertrand Aristide yang telah terpilih secara demokratis.15

Namun, diawal tahun 2002 tampak semakin jelas bahwa pihak AS dan oposisi, termasuk kelompok-kelompok yang dibiayai AS, berfokus bukan semata-mata pada penguatan demokrasi, melaingkan untuk menggulingkan Chavez. Sumber-sember rahasia yang didapat dari kedutaan AS di Caracas secara nyata menyatakan bahwa Gedung Putih dan pejabat Departemen Dalam Negeri AS mengetahui bahwa bantuan NED, dengan dukungan keuangan dari AS, menyusun rencana untuk membentuk “pemerintah transisi” yang kemudian diumumkan dan digembar-gemborkan pada 5 Maret 2002. Dalam sumber rahasia tersebut, tidak ada kata-kata yang menunjukan tujuan dari bantuan dana adalah untuk mengawal proses demokrasi; pada faktanya, dokumen itu berisi rencana kaum oposisi untuk membentuk “pemerintahan trasisi” sebagai bagian dari keseluruhan strategi.16

Sumber rahasia CIA menunjukkan bahwa pejabat Departemen Dalam negeri dan Gedung Putih juga mengetahui oposisi Venezuela merencanankan sebuah kudeta. Sebuah dokumen CIA 6 April 2002 berbunyi sebagai berikut: “Faksi militer yang memisahkan diri, termasuk perwira-perwira senior yang tidak puas dan perwira junior yang radikal, sedang berusaha untuk mengorganisasi sebuah kudeta melawan Presiden Chavez, mungkin segera terjadi dibulan ini. Untuk memprovokasi aksi militer, para penggagas kudeta berusaha memanfaatkan kerusuhan yang dibuat oleh demonstrasi yang dilakukan kelompok oposisi yang juga melakukan pemogokan besar-besaran bulan ini dikawasan perusahaan minyak negara PDVSA.”17

Pada 14 Mei 2002, Hugo Chavez mengungkapkan bahwa ia memiliki bukti adanya keterlibatan militer AS dalam kudeta April. Ia mengatakan bahwa selama proses kudeta radar Venezuela telah mendeteksi adanya kehadiran kapal angkatan laut AS di perairan Venezuela dan kapal udara yang terbang di wilayah Venezuela. Selain itu, majalah The Guardian  juga memublikasikan tulisan Wayne Madsen, seorang penulis dan analisis mengenai angkatan laut AS, yang membuktikan adanya keterlibatan angkatan laut AS sebagaimana dituduhkan Chaves.18

Kudeta benar-benar terjadi. Para pejabat AS menyambut baik kudeta tersebut. Pada waktu itu dinyatakan bahw Otto Reich, mantan duta besar AS untuk Venezuela pada pemerintahan Reagan, dan Wayne Madsen, mantan intelijen Angkatan Laut AS, telah bertemu beberapa kali dengan para perencana kudeta di Washington. 19 Analisis politik pendukung Chavez, seperti Guillermo Garcia Ponce dan Rodolfo Sanz, berargumen bahwa semuanya telah direncanakan secara detail dan dilaksanakan secara terencana. Dengan tokoh kunci yang dapat disebutkan adalah: Jendral Efrain Vasquez Velasquez, kepada angkatan bersenjata, dan Manuel Rosende, ketua komando tinggi militer, Admiral Carlos Molina Tamayo dan Kolonel Julio Rodriguez.20

REFERENDUM Tahun 2004
Sebagaimana dibahas pada bagian sebelumnya, karena Chavez di dukung oleh rakyat dan beberapa faksi tentara, kudeta April 2002 dapat digagalkan. Atas dukungan rakyat Chaves tetap melenggang melanjutkan pemerintahannya. Mengenang peristiwa tersebut, pada suatu saat Chavez bercerita: “Pemerintah lemah, kita lemah, tetapi pada momen saat kita membutuhkan, rakyat turun ke jalan dan menyelamatkan kami.”21

Akan tetapi, kegagalan kudeta April 2002 tidak menyurutkan niat kaum oposisi dan AS untuk menggulingkan Chavez. Setelah itu, 40 kelompok oposisi yang berbeda menyatuhkan diri dalam sebuah koalisi yang kemudian dinamakan “Koordinator Demokratik” atau Democratic coordinator (CD) dalam upaya fokus mereka pada tindakan untuk menagih tanggung jawab atas kematian para demonstran sipil pada April 2002 dan berusaha menuntut diselenggarakannya referendum. Presiden Chavez menjawab tuntutan itu dengan mengatakan bahwa menurut konstitusi (pasal 72), referendum hanya dapat dilaksanakan setelah separo masa dari pemerintahan presiden, tepatnya terjadi pada Agustus 2003.

Sejak awal Desember 2002 hingga awal Februari 2003 CD menyelenggarakan pemogokan-pemogokan yang membuat nilai ekspor minyak menurun drastis dan menggoncang perekonomian Venezuela tetapi tidak berhasil mengubah keputusan yang telah ditetapkan oleh konstitusi. Pada tingkat tertentu, dalam beberapa pemogokan terjadi bentrok antara pendukung Chavez dan pihak oposisi, bahkan menyebabkan beberapa orang meninggal. Pihak oposisi menolak proposal pemerintah untuk mengakhiri pemogokan. Pemerintah Chavez merespon pemogokan dengan memecat 13.000-16.000 pekerja PDVSA dan mengambil kembali kapal Pilin Leon bermuatan 44 juta liter minyak dari pemogok yang mengakibatkan produksi minyak sempat terhenti. Angkatan Laut turun tangan mengambil ahli tanker minyak Moruy yang ditahan oleh pihak oposisi.22 Chavez menunjukan ahli Rodriguez sebagai presiden PDVSA yang baru dan mengumumkan bahwa kudeta minyak telah berhasil dikalahkan dan negara dalam posisi kembali menuju produksi minyak yang normal.

Setelah kegagalan kedua mereka, tidak berarti oposisi mengambil langkah mundur untuk mengakui keabsahan kepemimpinan Chavez. Setelah pemogokan dan kudeta militer gagal kali, ini mereka menggunakan celah yang diberikan konstitusi 1999, yakni referendum. Celah ini digunakan untuk membuktikan bahwa oligarki menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan politik. Pada 4 juni 2004, CNE mengumumkan bahwa pihak oposisi telah memiliki cukup tanda tangan untuk melakukan referendum dengan tujuan me-recall Chavez. Mendengar pengumuman itu, para pendukung Chavez atau Chavistas yang meyakini bahwa pihak oposisi curang dalam mengumpulkan tanda tangan juga memulai serangkaian aksi spontan di Caracas. Akan tetapi, dengan besar hati Chavez menerima keputusan CNE dan menyeruhkan para pendukungnya supaya menfokuskan diri untuk memobilisasi agar siap menghadapi referendum.

Referendum akhirnya dilaksanakan 15 Agustus 2004 dengan hasil suara NO (tidak untuk penurunan Chavez) sebanyak 5.80 juta orang atau, 59.25% dari suara, dan 3.989 juta orang atau 40.74% suara memilih “YES” untuk penurunan Chavez.23 Pengamat dari OAS dan Carter Center memandang bahwa hasil tersebut cocok dengan penghitungan seperti hasil quick count. Pada 26 Agustus 2004, bahkan OAS menyetujui resolusi yang menyatakan adanya kepuasan akan penyelenggaraan referendum untuk me-recall presiden dan menharapkan semua peserta pemilu menghormati hasilnya. Dalam resolusi ini, OAS juga menyambut baik tawaran yang diajukan Hugo Chavez untuk meningkatkan dialog nasional dan diajukanya proses rekonsiliasi di mana perbedaan diletakkan dalam kerangka sistem demokratik dan pada semangat terbukanya, pluralisme, dan toleransi.24

Struktur dan kontak-kontak BC ada dikota-kota AS, antara lain Chicago, Cincinnati, New York, Miami dan San Diego, dan negara-negara lain seperti Spanyol, the Canary Islands, Swiss, Itali, dan Inggris, jumlah anggota secara aktual dari tiap BC di Amerika kecil, biasanya kurang dari 10 orang, walaupun mereka sering bekerja sama dengan kelompok gerakan anti perang untuk menunjukan eksistensinya. Walaupun sulit bagi kelompok berukuran seperti itu untuk menunjukkan proyek kerja yang luas, beberapa anggota BC mengatakan bahwa cita-citanya mampu bukan hanya saja meningkatkan pengetahuan masyarakat negara lain tentang Venezuela, tetapi juga memberi referensi tentang revolusi rakyat dan model demokrasi partisipatoris yang ditempuh negaranya.


Referensi:
  1. Nurani Soyomukti, HUGO CHAVEZ vs AMERIKA SERIKAT, Jl.Anggrek 97 A – 97 B Sambilegi Lor Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogjakarta, Penerbit Garasi, 2008.
2.      Harold Molineu, U.S Policy Toward Latin Amerika: From Regionalism to Globalization, (London: Westview Press, 1986), hlm. 7-9
3.      Ibid.
5.      As Price Surge Oil Giants Turn Sludge into Gold”, dalam http://online.wsj.com/article/_print/SB114342461870208721.html
6.      “Venezuela’s Second-Quarter GDP Grows 9,2 on Oil Income Surge”, dalam http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601086&sid=aZCoVanjCaug&refer=latin_america
7.  “Venezuela: Latin America’s Economic Success Story”, dalam www.belumtaumsihperludicari.com
8.      Michael Parenti, “Good Thing Happening in Venezuela”, dalam Third World Traveller, dalam http://www.thirdworldtraveller.com/parenti/GoodThings_Venezuela.html
9. Simone Baribeau. “Venezuela Government Workers to Receive Raises”, dalam Venezuelanalysis.com edisi Rabu, 18 Januari 2006, dalam http://www.venezuelanalysis.com/news.php?newsno=1872
10.  Dan Gainor, “Hugo the Boss Media criticize ‘greed’ of energy executives, but go easy on Venezuela’s oil strongman”, dalam MEDIA MYTHS-FREE MARKET PROJECT
11.  Living with Hugo: U.S. Policy Toward Hugo Chavez’s Venezuela. CRS Report No.20 November 2006. Council of Foreign Relations. http://www.fas.org/sgp/crs/row/RL32488.pdf
12.  Ibid.
13.  Michael Shifter. “Hugo Chavez. A Test for US Policy.” Dalam http://www.thedialogue.org/publications/2007/spring/venezuela.pdf
14.  National Endowment for Democracy Summary of Projects Approved 200-2004; Venezuela. dalam www.venezuelafoia.info.
15.  “Democracy Undone: Mixed U.S. Signals Helped Tilt Haiti Toward Chaos, “by Walt Bogdanich and Jenny Nordberg, The New York Time, January 29, 2006. Dalam www.nytimes.com.
16.  Deborah James, “U.S. Intervention in Venezuela: A Clear and Present Danger: Strategies and Tactics Used by the U.S. Government to Undermine Democracy, Sovereignty, and social progress in Venezuela During the Chavez Era” Global Exchange, January, 2006 http://www.globalexchange.org/countries/americas/venezuela/USVZrelations1.pdf
17.  CIA Senior Intelligence Brief, April 6, 2002 (MORI DocID: 1136214), dalam http://www.venezuelafoia.info/ciac4.html.
18.  Campbell, Duncan. (The Guardian, 29 April 2006). American Navy ‘helped Venezuela Coup’. Retrieved 21 June 2006
19.  Steve Ellner. “Venezuela’s Failed Coup, the US’ Role and the Future of Hugo Chavez.” Foreign Policy Report. Juni 2002. Dalam www.fpr.org.
20.  Gregory Wilpert. The 48 hour Coup that Changed Everything. 15 April 2007. Dalam www.venezuelanalysis.com
21.  Walden Bello, Revolusi dan Kontra-Revolusi di Venezuela (ditulis 25 September 2002) dalam http://www.focusweb.org/publications/bahasaindonesia/REVOLUSI%20DAN%20KONTRA%20REVOLUSI%20DI%20VENEZUELA.html
22.  Aan Rusdianto (tr), Memahami Revolusi...hlm.29.
23.  Mark P Sullivan, “Venezuela, Political Conditions and U.S Policy.” CRS Report for Congress. Mei 18 2005. http://www.fas.org/sgp/crs/row/RL32488.pdf
24.  Ibid.                


4 comments:

  1. Wah info yang menarik soob !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok Mas Broww..
      sukses slalu buat blognya :)

      Delete
  2. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    ReplyDelete